ACEH TAMIANG – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap percepatan pemulihan pascabencana, Yayasan Al-Maghfirah yang berada di bawah naungan BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Serah terima bantuan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Aceh Tamiang pada Selasa (11/8/2026).
Yayasan Al-Maghfirah sendiri merupakan lembaga yang konsisten mengelola dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dari karyawan BPJS Ketenagakerjaan serta masyarakat umum. Sejak masa awal bencana, yayasan ini telah hadir memberikan berbagai program bantuan hidup dasar bagi para penyintas.
Dalam fase pemulihan pascabencana saat ini, Yayasan Al-Maghfirah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp504.541.800,-. Dana tersebut diimplementasikan melalui berbagai program bantuan yang menyasar 1.241 penerima manfaat di enam kota dan kabupaten di wilayah Aceh.
Khusus untuk wilayah Aceh Tamiang, bantuan difokuskan pada penguatan sektor ekonomi produktif. Para pelaku UMKM menerima bantuan berupa mesin jahit dan rice cooker untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka. Selain itu, nelayan setempat turut menerima bantuan bubu kepiting, serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan selama tujuh bulan sebagai jaminan perlindungan kerja bagi para pelaku usaha.
Perwakilan Yayasan Al-Maghfirah BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Harry Koeswanda, S. Sos., MSM, hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Pada kesempatan yang sama, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa juga turut berkontribusi dengan menyalurkan dana santunan kepada ahli waris dari para pekerja yang terdampak bencana.
Proses serah terima bantuan ini disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H., serta Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa, Eriadi.
Melalui sinergi ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat dalam memulihkan kondisi ekonomi keluarga pascabencana. -fu-






Leave a Reply